Sabtu, 06 September 2014

Sangkan Kemang


Dulu aku memang sedikit penakut. Sedikit saja ada bayangan putih langsung dikira hantu. Ditambah lagi dengan tontonan film hantu masa kecil. Di antara sekian banyak peristiwa menakutkan yang kualami ada saat ibuku bercerita.
"Beberapa tahun yang lalu kami mengenal 'kemang'." Ibu memulai ceritanya.
"Kemang itu apa Mak?" kami penasaran.
"Kemang itu suka menculik orang, terutama anak-anak!"
Kami bergidik ketakukan.
"Jadi, di kampung pernah ada kejadian. Seorang anak tetangga main sendirian di luar rumah pas waktu magrib. Padahal orangtuanya sudah menyuruh anak ini untuk masuk. Tapi dia tidak menghiraukannya. Orangtuanya menunggu hingga hari sudah gelap, menjelang Isya. Mereka mulai khawatir. Lalu mereka memanggil-manggil dan mencari kesana kemari. Mungkin saja dia ke rumah kawannya. Eh, ternyata tidak ada. Maka seluruh warga kampung gempar.
"Nampaknya dia sudah diculik Kemang!" Komentar seorang warga.
"Ayo kita cari dia sampai dapat!" timpal yang lain.
"Ayo!!" semua warga setuju.
Pencarianpun dimulai. Dengan membawa pentungan dan obor warga mulai mencari sambil memanggil-manggil anak tersebut. Begitulah caranya mencari orang yang diculik Kemang.
Hampir dua jam mereka mencari tapi belum ketemu juga. Mereka menyusuri tepi hutan. Memeriksa pohon-pohon besar. Siapa tahu Kemang membawanya naik kesana.
Akhirnya setelah berlalu beberapa jam, dan wargapun telah masuk agak jauh ke dalam hutan, anak itu ditemukan sedang tertidur di atas sebuah dahan yang sangat besar. Anak itupun dibawa pulang, sedang dia dalam kondisi lemas." Ibu mengakhiri ceritanya.
"Ayo kencing dulu baru tidur." pintanya kemudian.
"Hii...takut!!" kata adikku.
"Ah kalian ini. Minta diceritain eh malah ketakutan. Ayo cepat!"
Begitulah cerita itu sampai sekarang masih populer di kampung kami. Namun, aku sudah tak percaya lagi hal begituan.
---------
Terpilih dalam kuis cerita horor oleh Nabila Anwar di Grup FB PBA. Dapat hadiah novel 'Peti Misterius'.

Sabtu, 30 Agustus 2014

BEDARING

Bedaring (dalam bahasa Gayo) merupakan aktivitas berjemur di pagi hari. Aktivitas ini banyak dilakoni oleh orang-orang tua. Ada sebagian yang menuduh bahwa mereka itu tak ada kerjaan. Bisa jadi benar. Namun, vitamin D karena terkena cahaya matahari pagi itu sangat penting bagi kesehatan. Maka, marilah kita beraktivitas di luar rumah sambil menikmatinya. Begitu juga saran saya kepada sekolah dan kantor. Buatlah aktivitas yang sesuai dan asyik di pagi hari. Sehingga kita tetap sehat dan tidak dicap 'pemalas'. Badan sehat pikiran terang.

#hidup_sehat

Masih Bisa Bersyukur

    Aku lapar. Sejak pagi tadi perutku kosong. Hanya air yang sempat masuk. Itupun air di botol yang kutemukan di tepi jalan, kemarin.
    Biarlah, sabar. Ini sudah biasa. Setidaknya sejak sadar bahwa aku masih hidup.
   Sehari-hari aku hanya menyemir sepatu. Hasilnya hanya cukup untuk makan siang, syukur-syukur kalau berlebih, bisa dapat makan malam. Seperti hari ini, kutapaki jalanan kota, berharap ada yang mau berbaik hati.
Tap!
    Aku berhenti. Di depanku ada pemandangan luar biasa, belum pernah kulihat. Seorang ibu sedang membawa sepiring nasi; anaknya sedang menangis. Kenapa dia menangis? Ya Allah, adakah orang yang menangis karena disuruh makan? Sementara aku bisa makan saja sudah sangat beruntung.
plang ting tueng!!
    Anak itu mengibaskan tangan ibunya hingga piring terlepar. Lalu, di ibu membawa anaknya masuk. Mereka meninggalkan makanan yang telah tumpah tadi.
Slrups!! Air liurku keluar. Sepotong daging ayam dan sepotong tempe gorong mengundang seleraku. Perutku berontak.
Meauw.. Aduh, ada kucing!
Aku berpacu dengannya, dengan cepat aku mengambil makanan itu. Tapi, tak sampai hati melihat kucing yang terus mengeong itu. Akupun memberikan tempe itu padanya. Senang rasanya bisa berbagi. Aku tersenyum bahagia, Allah masih memberiku kehidupan.

Darussalam, Agustus 2014

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Masthoms16 | Macys Printable Coupons