Rabu, 06 November 2013

LALAI

<Lalai>
Coretan : Ibnu Surapati
23 nop 2009 06:22 a.m.

Awan kelabu
Rona merah jingga
Relung hati yang sepi
Coba tuk dihiasi
Jujur ikhlas kunci hidup yang utama
Jangan sampai sia-sia
Daku termenung menangisi dosa-dosa dariku
Kau hamparan savana yang luas
Bunga-bunga liar berduri
Bebas hidup sekenanya
Hampir di tepi jurang
Baru ku sadar, ku hampir terjatuh
Menganga siap menelan jiwaku


Negeri di atas awan, 23 Nopember 2009

Selasa, 05 November 2013

AKU

<Aku>
Coretan : Ibnu Surapati

Dengan ilmu Allah yang Maha Agung
Aku terlahir untuk menjadi hamba-Nya
Melakukan hal yang besar bagi dunia
Namun slalu berbekal untuk akhirat
Memegang teguh dua pedoman
Al-Qur’an dan Sunnah Rasul –Shallallahu ‘alaihi wa sallam-
Menjalin ukhuwah Islamiyah
Berkorban di jalan Allah dengan harta dan jiwa
Sungguh!
Di dalam kesulitan ada kemudahan
Jangan bersedih!
Sesungguhnya Allah bersama kita
ALL IS WELL
---------

Negeri di atas awan, 22 September 2010

Minggu, 27 Oktober 2013

Risalah Untuk Penghafal Al-Qur’an


Wahai saudaraku yang semoga dirahmati Allah.
Ketahuilah! Kita wajib memperdalam 4 masalah:

  1. Ilmu, yaitu mengenal Allah, mengenal Nabi Muhammad –shalallahu ‘alaihi wa sallam- dan mengenal Islam dengan dalil-dalil yang shahih.
  2. Amal, yaitu kita beramal sesuai dengan ilmu tadi.
  3. Dakwah kepadanya.
  4. Shabar atas segala apa yang menimpa kita dalam hal ini.

    Wahai saudaraku, ketahuilah! Penghafal Al-Qur’an adalah orang yang mulia, yang mengerjakan pekerjaan yang mulia, yaitu menghafal Firman Yang Maha Mulia yang diturunkan melalui Jibril –‘alaihissalam- malaikat yang mulia kepada rasul yang mulia, yaitu Muhammad –shalallahu ‘alaihi wa sallam-.
   Amalan adalah inti dari menghafal Al-Qur’an setelah mengetahui dan memahaminya. Dan karena inilah engkau disebut Hafidz (Penjaga) Al-Qur’an. Selain itu, ketahuilah, sia-sia apa yang kita harapkan.
   Hidup penghafal Al-Qur’an merupakan kehidupan yang indah. Mereka berkata dengan kata-kata Sang Pencipta mereka, mereka berbuat sesuai dengan perbuatan Rasul yang mulia.
   Kehidupan yang sementara ini hanyalah persinggahan, maka jadilah kita seperti seorang musafir, seorang perantau. Ingatlah! Seorang perantau cita-citanya adalah ‘pulang kampung’. Tinggal bagaimana kemudian kondisi diri kita ketika pulang kampung.
    Maka, janganlah terlalaikan oleh fananya dunia ini, karena kampung kita di akhirat adalah surga. Jangan sampai salah menempuh jalan, lupa jalan pulang, sehingga terjerumus ke kampung neraka –na’udzubillah min zalik-.
    Saudaraku, hidup ini memang sementara, tapi yang sementara ini pula yang menentukan bagaimana nasib kita pada kehidupan yang selanjutnya, kehidupan yang berbeda jauh dengan saat ini, kehidupan yang abadi, kehidupan pembalasan, bukan kehidupan amalan.
Hiduplah dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah!
۩Semoga Bahagia! ۩

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Masthoms16 | Macys Printable Coupons